Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Jatuh Cinta Kurang dari 5 Detik?

cinta


Cinta memang tumbuh dari dalam hati. Tapi bergotong-royong proses itu justru lebih banyak di kepala, utamanya di otak. Pernah dengar kalo ada cinta pada pandangan pertama? Luar umumbanget! Hal ini disebabkan alasannya otak udah ngasih tanggapanyang cepet. Menurut peneliti, love at the first sight terjadi dalam waktu 0,2 detik dengan melibatkan proses yang sangat kompleks. Katanya sih, ada 12 spot di otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai hormon cinta emosi, seperti dopamine, oktosin, adrenalin dan vasopresi.


Serunya bentuk rasa cinta akan diterima otak dengan proses yang berlainan loh. Kalo cintanya nggak bersyarat (unconditional love), mirip cinta ibu pada anaknya, maka otak tengah lah yang banyak bekerja. Nah, kalo berdasarkan nafsu (passionate love), maka peran otak bakal lebih kompleks. Otak cenderung lebih aktif. Khususnya di bagian sistem reward yang ialah sentra kesenangan serta bab kognitif.


Rasa cinta juga ditandakan dengan meningkatnya kadar Nerve Growth Factor (NGF) dalam darah. Senyawa kimia mengalami penigkatan tajam saat seseorang terpesona pada pasangannya. Fenomena ini ngebuktiin kalo cinta pada pandangan pertama itu memang bukan Cuma isapan jempol belaka, tetapi memang betul-betul ada.


Nggak usah heran kalo seorang profesor dari Syracuse University, New York, bilang kalo reaksi yang terjadi di hati itu berasal dari otak. Dan rasa cinta itu terbentukdari otak, bukan dari hati. Dan seorang peneliti juga pernah menerbitkan temuannya, bahwa dengan adanya reaksi otak dikala jatuh cinta, maka gangguan emosi dan stress pada orang-orang yang jarang tahu akan rasa cinta mampu tertasi atau berkurang.


(Ranudina)

Posting Komentar untuk "Proses Jatuh Cinta Kurang dari 5 Detik?"